Pada umumnya sistem Ausbildung terdiri dari 2 hari dalam satu minggu libur, 2 hari dalam seminggu sekolah, dan 3 hari dalam seminggu bekerja di hotel. Ada juga yang sistemnya selama 2 minggu penuh sekolah, lalu selama 2 minggu penuh bekerja. Sistem ini tegantung di negara bagian mana peserta nantinya tinggal.
Untuk mengikuti program Ausbildung, peserta harus memiliki sertifikat bahasa Jerman B1 dari Goethe Institut. Sertifikat tersebut harus dilampirkan di Kedubes, sebagai salah satu persyaratan untuk pengajuan Visa di Kedubes Jerman.
Pemerintah Jerman menetapkan gaji peserta Ausbildung Euro800,-/bulan. Ada kenaikan gaji setiap tahun tetapi tidak besar, bisa Euro 30, 50, atau 100. Jumlah gaji tidak besar karena banyak potongan untuk sewa tempat tinggal, pajak, asuransi kesehatan, pajak gereja (wajib walaupun bukan Kristen), dan solidaritas (untuk membantu masyarakat susah). Maka pada akhirnya yang tersisa adalah Euro300,-/bulan. Jumlah itu sedikit, cukup untuk membiayai makan sehari-hari, transportasi dalam kota, dan kebutuhan pribadi. Yang menetapkan gaji adalah pemerintah Jerman, bukan pihak pemberi kerja. Hal ini dikarenakan para peserta Ausbildung datang ke Jerman bukan dengan tujuan untuk bersenang-senang, melainkan untuk bersekolah. Oleh karena itu harus sanggup untuk hidup hemat dan berjuang. Jadi mohon diinformasikan juga ke orangtua bahwa si anak tidak akan mampu mengirim uang untuk membantu orangtua di Indonesia selama masa Ausbildung.
Setiap hotel mempunyai peraturan yang berbeda. Setiap hotel menyediakan tempat tinggal bagi peserta Ausbildung, tetapi berbayar. Biasanya disediakan apartemen dengan 1 atau 2 kamar tidur, dengan kamar mandi dan dapur. Satu kamar untuk 2 orang. Perabotan dan perlengkapan sederhana disediakan pihak hotel, seperti tempat tidur, lemari pakaikan, dan perlengkapan dapur seperti kompor listrik dan kulkas. Perlengkapan lainnya harus beli sendiri. Untuk itu jangan berpikir di Jerman itu hidup mewah, melainkan harus berpikir untuk hidup sebagai anak kost karena masih sekolah. Ada hotel yang menyediakan makanan di hotel 3 kali sehari secara gratis, ada yang menyediakan makanan gratis di hotel pada saat jam kerja saja. Dan ada juga hotel yang tidak menyediakan makanan apapun, jadi harus masak sendiri dengan biaya sendiri. Kita tidak berhak mengatur hotel.
Setiap peserta Ausbildung mempunyai 2 hari libur setiap minggu. Tetapi hari libur tersebut belum tentu di akhir pekan. Justru lebih sering di akhir pekan itu bekerja karena pada saat itu lah banyak tamu yang datang. Oleh karena itu hari-hari libur tidak menentu, disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Lebih sering hari libur itu pada hari kerja.
Setiap peserta Ausbildung mempunyai hak cuti 24 hari setahun, di luar 2 hari libur dalam seminggu. Untuk mengajukan cuti tidak bisa tiba-tiba, paling lambat harus diajukan 2 bulan sebelumnya. Karena begitulah kebiasaan orang Jerman, merencanakan sesuatu harus dari jauh hari sebelumnya.
Ada juga masa percobaan, biasanya selama 3-4 bulan tergantung dari pihak hotel. Bila kinerja, kedisiplinan, dan tingkah laku dinilai tidak baik, dan kemampuan bahasa Jerman tidak berkembang, maka pihak hotel berhak untuk memberhentikan peserta Ausbildung. Peserta boleh mencari tempat Ausbildung lain tetapi kecil sekali kemungkinan diterima, karena umumnya mereka tidak mau menerima peserta Ausbildung yang sudah diberhentikan hotel lain. Jadi kemungkinan besar peserta harus kembali pulang ke Indonesia.
Sekolah di Jerman tidak bisa dianggap sepele. Mereka sangat disiplin dan terbiasa mengajar dengan cepat. Di sekolah para pesertanya bukan hanya orang Jerman saja, melainkan dari berbagai negara. Guru mengajar seperti biasa dan tidak tenggang rasa terhadap orang asing. Jadi harus benar-benar berjuang dalam belajar.
Sebenarnya kerja peserta Ausbildung dalam seminggu 24 jam, tetapi di kontrak tertulis 40 jam karena sekolah termasuk dalam jam kerja. Jadi kalau bolos sekolah, pihak sekolah langsung menghubungi pihak hotel. Peserta Ausbildung harus ke hotel untuk bekerja seperti biasa. Kalau sekolah libur, juga harus bekerja seperti biasa.
Program Ausbildung di bidang Perhotelan adalah program sekolah sambil bekerja 3 tahun di Jerman. Program ini untuk peserta dengan usia minimal 18 tahun dan maksimal 30 tahun pada saat apply Visa di Kedutaan Besar Jerman di Jakarta. Program ini bukan program mencari uang, melainkan program pendidikan sambil bekerja. Yang paling penting adalah pendidikannya.
Bagi hotel di Jerman tidak penting apa latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja para peserta. Mereka ingin mendidik sendiri dari nol, karena mereka hanya mengakui kualitas pendidikan mereka sendiri. Yang mereka minta hanya terjemahan ijazah SMA/SMK. Dan yang paling penting, mereka menuntut pengetahuan bahasa Jerman baik lisan maupun tulisan, semangat bekerja dan berjuang, mental baja, etika dan keramahtamahan.